Responsive image
on 13 Februari 2020 11:34:30
  • Surakarta

Untuk meningkatkan penemuan kasus TBC serta tatalaksana manajemen kasus TB dewasa atau anak di Fasilitas Kesehatan, maka Kepala DInas Kesehatan Kota Surakarta mengadakan pertemuan penguatan Tim PPM Kota Surakarta dengan Penguatan Peran Koalisi Organisasi Profesi (KOPI-TB) pada tanggal 13 Februari 2020 di Hotel Dana Surakarta.

Pengurus Cabang Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) Cabang Surakarta juga turut mendukung Eliminasi TB tahun 2030 melalui KOPI TB se-Kota Surakarta tersebut.

Acara diwakili oleh dr. M. I. Diah Pramudianti, MSc, SpPK(K) selaku ketua Pengurus PDS PatKLIn Cabang Surakarta dan dr Amiroh, MKes, SpPK selaku sekretaris Pengurus PDS PatKLIn Cabang Surakarta.

Bp. Agus Gufron selaku Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) DKK Solo pada saat pembukaan acara menyampaikan perlunya ditingkatkan pencatatan dan pelaporan kasus TB yang saat ini sudah difasilitasi dengan WIFI TB untuk merujuk dan melaksanakan pengobatan TB.

Sebagai narasumber selaku ketua KOPI-TB Provinsi Jawa Tengah yaitu dr Thomas Handoyo Sp.PD-KP yang memaparkan tentang Pedoman Operasional KOPI-TB Provinsi Jawa Tengah. Disampaikan oleh narasumber bahwa saat ini missing case TB (CDR Tahun 2018 sebesar 67% (51.086 kasus), missing case 33% yang undetected, unreported. Angka keberhasilan pengobatan (SR) juga belum sesuai target, dengan peningkatan kasus TB RO (resisten obat). 

Pergub Jateng No 93/2018 tentang RAD P2 TBC Jawa Tengah 2018-2023 yaitu eliminasi TBC di Jawa Tengah Tahun 2028, dengan P2 TBC oleh multi sektor, organisasi profesi, ormas dll.

Semoga dengan adanya peran aktif organisasi profesi dapat meningkatkan cakupan penemuan kasus TBC dan tata laksana di Kota Solo.


 

 

  


MIDP