Responsive image
on 07 Agustus 2019 10:35:31
  • Yogyakarta

Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Semiloka Nasional V KARS dan KARS Expo Tahun 2019 (PITSELNAS V KARS)  pada tanggal 5-7 Augustus 2019 telah diadakan di Jakarta Convention Center. DR. dr. Teguh Triyono MKes SpPK(K) dari Unit Pelayanan Transfusi Darah RSUP Dr Sardjito Yogyakarta berkesempatan untuk memaparkan Analisis Crossmatch to Transfusion Ratio (CTR) dalam Implementasi Standar Akreditasi Pelayanan Darah di Rumah Sakit.

Disampaikan oleh dr Teguh bahwa Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) menetapkan adanya pelayanan darah di rumah sakit sesuai peraturan perundang-undangan dan standar pelayanan. Ketersediaan komponen darah merupakan aspek vital bagi pemenuhan standar tersebut di rumah sakit. Terdapat aspek lain yang juga sangat penting, yaitu efisiensi. Aspek ini tidak hanya berimplikasi terhadap biaya yang harus ditanggung oleh rumah sakit, tetapi juga menyangkut prinsip keadilan dalam pelayanan darah. Darah yang telah dilakukan crossmatch, jika akhirnya tidak digunakan maka menimbulkan biaya bagi rumah sakit, sekaligus mengurangi kesempatan untuk diberikan kepada pasien lain yang membutuhkan. Efisiensi dan keadilan pelayanan darah ini dapat diukur dengan menghitung Crossmatch to Transfusion Ratio (CTR). Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 91 tahun 2015 menentukan bahwa CTR di setiap rumah sakit tidak boleh melebihi 2,5. Implementasi standar akreditasi dalam layanan darahsalah satunya tercermin dalam capaian CTR di suatu rumah sakit. Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito telah memberlakukan Standar Prosedur Operasional pemeriksaan crossmatch terhadap setiap permintaan darah. Pertanyaannya adalah sejauh mana hal tersebut berpengaruh terhadap capaian CTR di rumah sakit.

Studi retrospektif dilakukan oleh beliau selama periode tahun 2014-2018, didapatkan data yaitu pada tahun 2014 jumlah komponen darah yang ditransfusikan adalah 32.742 kantong, 36.124 kantong (tahun 2015) dan terus meningkat pada tahun berikutnya, yaitu 36.743 kantong (2016), 39.940 kantong (2017), dan 43.369 kantong (2018)Pada tahun 2014 dan 2015, capaian CTR adalah 1,33 dan pada tahun berikutnya mengalami penurunan menjadi 1,32 (2016), 1,25 (2017) dan 1,23 (2018)Risiko in-efisiensi secara ekonomi didapatkan sangat tinggi apabila CTR terlalu tinggi.  Disimpulkan bahwa Crossmatch to Transfusion Ratio di RSUP Dr Sardjito pada tahun 2014-2018 secara konsisten menunjukkan penurunan dan memenuhi standar PMK No 91 Tahun 2015.


(MI Diah P - Bidang Infokom)